|
Salam HILDIKTIPARI, Sejak didirikannya HILDIKTIPARI pada tanggal 7 Maret 1989, visi yang ditetapkan sampai saat ini adalah : menjadi asosiasi lembaga pendidikan tinggi pariwisata Indonesia yang mampu meningkatkan penghargaan dan kepercayaan pemerintah, industri pariwisata terhadap seluruh anggotanya sebagai lembaga yang berkualitas, handal, berwawasan nasional maupun global.
Adapun misinya : Menghimpun lembaga pendidikan tinggi Pariwisata di Indonesia dalam suatu wadah organisasi untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan kesamaan visi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi pariwisata di Indonesia. Bekerjasama untuk menghasilkan SDM Pariwisata yang mandiri, professional dan mampu menghadapi tantangan perubahan masa kini dan masa depan serta berwawasan global Membina dan mengembangkan kerjasama dan kemitraan antar anggota, dengan instansi pemerintah, industri dan masyarakat nasional maupun internasional.
Selama 19 tahun berdiri, HILDIKTIPARI telah 5 kali mengalami pergantian kepengurusan dengan catatan sebagai berikut : Tahun 1989 – 1991 : STP Trisakti (Drs. Moelyatno S.) Tahun 1992 – 1995 : AKPINDO (Drs. Baginda Sinurat) Tahun 1995 – 1999 : STP Trisakti (Maryam Mihardjo,SPd) Tahun 2000 – 2006 : STP Pelita Harapan (Drs. Demson RH Gultom,) Tahun 2006 – skrg : STP Trisakti (Himawan Brahmantyo,SE,MM) Sejak diselenggarakannya MUNAS V tanggal 6 April 2006, perkenankan kami menyampaikan evaluasi berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan oleh DPP HILDIKTIPARI : April 2006 ; Memperbaiki AD/ART HILDIKTIPARI sebelumnya. Mendata kembali nama-nama lembaga yang terdaftar menjadi anggota HILDIKTIPARI serta perubahan alamat atau jajaran Pimpinan masing-masing. 6 Juni 2006 ; Bersama Ka. Badan Sumberdaya DEPBUDPAR menghadiri Orientation Meeting of Common ASEAN Tourism Curriculum Project di Bangkok, Thailand. 24 Agustus 2006 : Rapat Koordinasi di Balairung Sapta Pesona, bersama jajaran DEPBUDPAR, HILDIKTIPARI, Asosiasi bidang Pariwisata serta para Akademisi, mendeklarasikan “Pariwisata adalah cabang ilmu mandiri dan menghimbau program pendidikan S1, S2 dan S3 Pariwisata diberikan ijin oleh Depdiknas. 27 Nopember 2006 : bersama Ka.Puslitbang DEPBUDPAR, HILDIKTIPARI melakukan sosialisasi tentang perlunya Pariwisata sebagai ilmu mandiri pada Seminar Nasional “Peluang ilmu Pariwisata sebagai ilmu mandiri”, Manado, dengan tuan rumah STP Manado. 9 Agustus 2007 : Rakernas HILDIKTIPARI di Yogya, menghasilkan deklarasi YOGYAKARTA “Pariwisata adalah ilmu mandiri dan mendesak Depdiknas memberikan ijin program studi bidang kepariwisataan S1”. 6 – 9 Nopember 2007 : HILDIKTIPARI diundang oleh Dinas Pariwisata Propinsi DKI untuk menjadi exhibitor dalam Jakarta Tourism Summit di Hotel Borobudur, Jakarta. Anggota DPW DKI Jakarta yang berhasil dihimpun untuk tampil dalam Booth HILDIKTIPARI yaitu : STP Pelita Harapan, Program D III Pariwisata UI, STP Sahid, AKPAR Jakarta, Akpar Matoa dan STP Trisakti. 12 – 13 Nopember 2007 : HILDIKTIPARI ikut serta dalam workshop tindak lanjut penyusunan rancang bangun pariwisata sebagai ilmu mandiri, Hotel Cemara, Jakarta, diprakarsai oleh Ka. Badan Pengembangan Sumberdaya DEPBUDPAR. 13 Pebruari 2008 : HILDIKTIPARI berperan dalam memediasi pertemuan antara Depbudpar, Hildiktipari dan Dirjen DIKTI, dengan mengajukan proposal dari 2 anggota HILDIKTIPARI, guna membuka program studi S1 Pariwisata.Diterbitkannya Surat Dirjen DIKTI no: 947/D/T/2008 dan 948/D/T/2008, yang ditujukan kepada MENBUDPAR, berupa persetujuan pembukaan Program S1 dalam beberapa program studi Pariwisata pada STP Bali dan STP Bandung, merupakan pengakuan formal bahwa Pariwisata adalah sebuah disiplin ilmu yang sejajar dengan disiplin ilmu lainnya. 2 April 2008 : HILDIKTIPARI menyelenggarakan Seminar Nasional ”Sosialisasi Pariwisata sebagai disiplin ilmu dan persiapan pembukaan S1, S2 dan S3 Pariwisata secara mandiri” di Gran Melia Hotel, Jakarta. 12 Juni 2008 : HILDIKTIPARI bersama Depbudpar, menyelenggarakan Training of Trainer bagi Asosiasi Pedagang Kaki Lima, dengan materi : Sadar Wisata, Hygiene dan Sanitasi dan Pelayanan Prima. 16 Januari 2009 : HILDIKTIPARI diminta menyampaikan program-programnya dalam Rakornas Kebudayaan dan Pariwisata 2008 di Hotel Borobudur. 28 Pebruari 2009 : HILDIKTIPARI diminta menyampaikan topik ”Pariwisata sebagai ilmu dan implikasinya terhadap pendidikan tinggi Pariwisata” pada Seminar Nasional Pariwisata sebagai wahana diplomasi budaya dalam meperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, di Universitas Udayana, Denpasar, Bali. 2 Maret 2009 : HILDIKTIPARI menyampaikan Laporan Akhir kepada Dirjen DIKTI, dalam rangka Program Hibah Pengembangan Pendidikan Profesi (PHP3), dengan mengusulkan konsep pendidikan profesi Pariwisata serta gelar dan kompetensi yang harus dipunyai.
Di bidang keorganisasian : telah dibentuk semula 11 Dewan Pimpinan Wilayah HILDIKTIPARI, tetapi pada Rakernas di Yogyakarta, disepakati untuk diperkecil menjadi 9 wilayah saja. Area Kalimantan di gabung dalam wilayah Jawa Timur, area Maluku dan Papua digabung dengan wilayah Sulawesi (DPW Makasar). Keanggotaan : pada saat berdirinya HILDIKTIPARI tercatat 35 anggota lembaga pendidikan tinggi Pariwisata, pada saat MUNAS V HILDIKTIPARI, tercatat 69 anggota. Pada tahun 2009, di wilayah DKI, ada tambahan 1 anggota baru yaitu Akpar BUNDA MULIA, sedangkan permohonan program D-3 Perhotelan Universitas Internasional Batam, serta satu Akpar di wilayah Sulawesi Selatan untuk menjadi anggota belum ditindak lanjuti. Beberapa program yang belum terlaksana dengan baik yaitu : Belum terbentuknya DPW di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi. Pelaksanaan pembayaran iuran tahunan yang tidak berjalan dengan baik. Penerbitan Sertifikat Keanggotaan yang direncanakan dikeluarkan setiap tahun, menjadi terhambat karena tidak terlaksananya iuran tahunan tersebut.
Demikian sepintas evaluasi yang dapat kami laporkan pada rapat DPP HILDIKTIPARI hari ini, terima kasih atas perhatian serta kerjasama dari rekan-rekan sesama pengurus HILDIKTIPARI sehingga kita dapat mencapai beberapa kemajuan dalam kegiatan organisasi ini. Jakarta, 30 Maret 2009. Ketua Umum HILDIKTIPARI |