|
Seminar Nasional “Sosialisasi Pariwisata Sebagai Disiplin Ilmu Dan
Persiapan Pembukaan S1, S2 Dan S3 Pariwisata Secara Mandiri”
Rabu,
26 Maret 2008
Upaya untuk mewujudkan pariwisata sebagai disiplin ilmu mandiri telah
menempuh jalan sangat panjang, akhirnya sampai pada Deklarasi Agustus
2006, yang menetapkan pariwisata sebagai disiplin ilmu mandiri, dengan
berbagai alasan : Pertama, pariwisata mempunyai peran penting
bagi Indonesia, yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan
lingkungan ke depan, peran pariwisata diprediksi akan semakin besar,
karena pariwisata akan menjadi industri terbesar di dunia. Kedua,
dari prespektif filsafat ilmu pariwisata memiliki basis yang kuat
sebagai ilmu mandiri, karena syarat-syarat ontologis, epistemologis
dan aksiologis sudah dapat dipenuhi dengan baik. Ketiga,
pengalaman sejarah menunjukan bahwa kelahiran suatu cabang ilmu yang
baru, selalu diwarnai oleh perdebatan pro-kontra. Keempat, untuk
mengembangkan pariwisata tidak cukup dengan pendidikan vokasional yang
ada saat ini, karenanya memerlukan pendidikan yang bersifat akademik
dan profesi.
Untuk sementara, disepakati tiga cabang
dari disiplin ilmu pariwisata yaitu: Pengembangan Jasa Wisata,
Organisasi Perjalanan, dan Kebijakan Pembangunan Pariwisata.
Dari ketiga cabang tersebut teridentifikasi 10 anak cabang (ranting)
yang dapat dikembangkan melalui enam program studi baik pada jenjang
S1, S2 maupun S3. Kesepuluh anak cabang tersebut adalah : Akomodasi,
Restoran & Katering, Konvensi, Insentif dan Pameran, Impresariat,
Atraksi (termasuk Objek dan Daya Tarik Wisata).
Perjalanan & Transportasi Wisata, Kajian
Kepariwisataan, Informasi dan komunikasi Pariwisata, Pemasaran
Pariwisata, Perencanaan dan Pengelolaan Destinasi.
Untuk lebih memperluas dukungan dan pengakuan dari Pemerintah, pada
tanggal 13 Pebruari 2008 telah diadakan rapat konsultasi antara
pengurus HILDIKTIPARI dan Dep. BUDPAR dengan Direktur Jenderal
Pendidikan Tinggi, yang hasilnya MENDUKUNG PARIWISATA SEBAGAI ILMU
MANDIRI dan mendorong Untuk Segera Membuka Program S1 Pariwisata.
Oleh karena itu, dipandang perlu
menyebarluaskan informasi ini melalui Seminar Nasional yang berjudul
“SOSIALISASI PARIWISATA SEBAGAI DISIPLIN
ILMU DAN PERSIAPAN PEMBUKAAN S1,S2 DAN S3 PARIWISATA SECARA
MANDIRI.”
TUJUAN,SASARAN DAN TARGET GROUP
Seminar Nasional
ini bertujuan untuk :
-
Memperluas
informasi mengenai arah dan kebijakan pemerintah dalam mendukung
pariwisata sebagai ilmu mandiri dan pengembangan pendidikan tinggi
pariwisata sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing bangsa,
-
Menangkap
peluang pembukaan program studi baru dari disiplin ilmu pariwisata.
-
Mendorong
tumbuhnya pendidikan pariwisata berbasis akademik dan profesi.
SASARAN :
-
Tersebarnya informasi pariwisata sebagai disiplin ilmu mandiri,
serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan
pariwisata dalam meningkatkan daya saing bangsa,
-
Munculnya berbagai peluang kesempatan pembukaan program studi
berbasis akademik dan profesi,
-
Terciptanya komunitas untuk memperkuat dan mengembangkan pariwisata
sebagai disiplin ilmu mandiri.
TARGET GROUP
PESERTA SEMINAR INI :
-
Pempinan Perguruan Tinggi
-
Pengurus Yayasan
-
Asosiasi Profesi
Nara
Sumber :
-
Prof. DR.H. Fasli Djalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
-
Drs. I Gusti Putu Laksaguna,CHA,M.Sc, Ka.
Badan Pengembangan Sumber Daya Dep. BUDPAR
-
Dr.
Tresna Dermawan Kunaefi, Direktur Akademik Ditjen DIKTI
-
Prof. Dr. I G Pitana,M.Sc, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan
Sumber Daya Pariwisata Dep. BUDPAR
-
Prof. Azril
Azahari, Ph.D, - STP. Trisakti
Waktu dan Tempat
Hari/tanggal
: Rabu, 2 April 2008
Tempat : Ballroom Hotel Grand Melia
Jl. Rasuna
Said - Jakarta
Waktu
: Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Biaya Seminar
Biaya
kontribusi Seminar Nasional Rp. 250.000,- per orang (biaya termasuk
seminar kit, 2 kali coffee break dan satu kali lunch )
|